Kamis, 09 Desember 2010

Kentut Vagina (flatus vaginalis)


Seorang laki-laki mungkin merasa malu punya penis yang bengkok atau bercak-bercak, tetapi bayangkan seorang perempuan yang vaginanya kentut! Tanda yang hanya sedikit dibahas ini—secara medis dikenal sebagai flatus vaginalis—sebenarnya lebih umum daripada yang Anda kira. Kenna vagina disebut “queer dan “vart” di Amerika Serikat dan “fanny fart” di Inggris dan Australia (di mana fanny lebih merujuk pada vulva seorang perempuan alih-alih pantatnya).
Kentut vagina biasanya tanda aktivitas seksual yang tidak berbahaya: gerakan menusuk saat terjadinya persetubuhan bisa memasukkan udara keluar-masuk vagina, sebagaimana pada seks oral. Tetapi berbagai olah tubuh, termasuk yoga, juga bisa menimbulkan bunyi yang memalukan ini.
TANDA PERINGATAN
Apabila seks oral menimbulkan kentut vagina, minta pasangan Anda segera menggantinya dengan sebuah teknik yang berbeda. Udara yang masuk ke vagina bisa menyebabkan embolisme udara, sebuah kondisi yang mengancam jiwa. Jika seorang perempuan sedang ham il, nyawa janin yang dikandungnya iuga bisa dalam bahaya.
Umumnya, kentut vagina tidak berbau. Namun, jika yang keluar bau kuat yang tidak enak, itu mungkin tanda peringatan adanya sebuah robekan antara vagina dan kolon (colovaginal fistula). Robekan-robekan ini—yang bisa terjadi saat melahirkan atau sebagai akibat penyakit crohn atau penyakit-penyakit gastrointestinal lainnya—bisa menimbulkan infeksi, dan juga masalah-masalah serius lainnya.
Pustaka
Body Signs Oleh Joan Liebmann-Smith, Ph.D., Jacqueline Nardi Egan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar