Selasa, 09 November 2010

Hamil Muda Jangan Sembrono Minum Obat

Terinspirasi dari tugas kuliah tentang Teretogenesis, dan postingan kemarin (temen-temen yang mutusin buat nikah muda)
Masa hamil muda terutama pada trimester pertama adalah masa pembentukan organ-organ tubuh janin atau sering disebut dengan istilah organogenesis. Bahkan dikatakan pembentukan ini telah berlangsung sejak dua minggu setelah implantasi hasil konsepsi.
Masa awal kehamilan dapat di kenali dengan adanya gejala mual dan muntah atau kita sering menyebutnya dengan morning sickness. Keluhan ini muncul saat kehamilan memasuki usia 6-14 minggu. Rasa mual yang datang (biasanya setiap pagi sehabis bangun tidur) bisa menjadi mabuk berat (hyperemis gravidarum), ditandai dengan gejala penurunan berat badan lebih dari 5% timbangan masa kehamilan.
Masa 
Kehamilan 6 Minggu
Penyebabnya tak lain oleh plasenta yang berkembang selama kehamilan dan menghasilkan sejenis hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon HCG ini meningkat persentasenya seiring dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan hormon inilah yang bertanggungjawab atas keluhan muntah yang dialami para ibu hamil, melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi kadar hormon, makin cepat merangsang muntah.
Terkadang kita tergoda untuk mengkonsumsi Obat-obatan kimia untuk menghilangkan rasa mual yang memang terasa mengganggu. salah satu obat yang dulu sering menjadi andalan untuk mengatasi rasa mual ini adalah Thalidomide, suatu obat untuk mengurangi mual, muntah dan perasaan cemas. Karena disinyalir aman maka obat ini di gunakan secara sembrono tanpa pertimbangan dari ahli kesehatan. Hasilnya di temukan beberapa anomali pada janin yang di kandung, mulai dari kelainan jantung dan cacat pada mata.
Mekanisme cacat janin
Suatu obat dapat menimbulkan kelainan pertumbuhan dan cacat pada janin melalui beberapa mekanisme berikut
  1. Efek langsung terhadap Janin, dimana access obat ke janin di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti, jumlah/kadar obar, struktur biokimiawi dari plasenta, serta struktur kimia obat itu sendiri (berat molekul, larut dalam lemak atau tidak)
  2. Efek obat terhadap fungsi plasenta, dimana pada saat kehamilan plasenta berfungsi sebagai paru-paru, ginjal, usus, hati, maupun sistem endokrin sebelum organ-organ tersebut terbentuk sempurna
  3. Efek obat terhadap metabolisme Ibu
  4. Tahap Perkembangan Janin dalam rahim, artinya efek obat berbeda pada tiap-tiap fase perkembangan janin, embrio yang belum terdifferensiasi biasanya lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari obat, karena pada masa inilah Janin mulai “membentuk”
  5. Kerentanan Genetik atau Genetik susceptibility, di ketahui tiap-tiap ras mempunyai kecendrungan yang berbeda pada efek yang ditimbulkan oleh suatu obat
Seyogyanyalah konsumsi obat pada saat-saat kehamilan harus berdasarkan pertimbangan ilmiah serta petunjuk dari dokter, jangan hanya berdasar sugessti semata hanya karena termakan oleh Iklan yang gencar di media. Bukankah sekarang banyak sekali tawaran Produk sejenis obat dan suplemen yang menawarkan kecerdasan janin bila di konsumsi, namun apakah benar demikian adanya???
Salam
Dari berbagai sumber
Thanks Source

Tidak ada komentar:

Posting Komentar